Tags

, , , , ,


Oleh: Danang Firmanto

Bank Mandiri kini menjadi bank terbaik dan terbesar di Indonesia. Terbukti karena Bank Mandiri berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk layanan yang diberikan. Selain itu, melalui layanan Mandiri Global Trade, mampu meningkatkan sektor perdagangan internasional. Layanan tersebut akan memudahkan para pelaku bisnis dalam negeri melakukan transaksi ekspor impor secara online. Sehingga Bank Mandiri dapat berperan secara signifikan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut penulis, kesuksesan Bank Mandiri sebagai lembaga intermediaris terletak pada kemampuannya mengelola pasar. Bank Mandiri mampu menangkap permintaan pasar (kebutuhan masyarakat) yang semakin beragam.

Dalam strategi pemasaran, kita mengenal adanya bauran pemasaran yang memiliki tujuh aspek diantaranya; produk, harga, saluran distribusi, promosi, proses, pendukung fisik, dan sumber daya manusia. Bank Mandiri dapat mengintegrasikan ketujuh aspek tersebut untuk menguasai pasar dan menjadi leader dalam perbankkan nasional.

Bauran Pemasaran Bank Mandiri

Produk layanan yang diberikan Bank Mandiri kepada semua nasabah, lengkap. Yakni Mandiri KTA, Mandiri KPR, Mandiri Tabungan, Mandiri Tabungan Rencana, dan Mandiri Kartu Kredit. Selain itu, berbagai layanan internet banking juga diterapkan bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi. Produk-produk tersebut sudah mewakili kebutuhan nasabah dengan biaya yang dapat dijangkau nasabah dari semua kalangan ekonomi. Sehingga “Apapun Keinginan Anda, Mandiri Saja”.

Dari segi saluran distribusi/akses, Bank Mandiri memberikan kemudahan bagi nasabah. Data dari (http://www.bankmandiri.co.id) saat ini, jumlah kantor cabang Bank Mandiri mencapai 1.537 kantor di seluruh Indonesia. Jaringan elektronik pun terus diperluas. Bisa dilihat dari jumlah ATM Bank Mandiri mencapai 8.996 unit yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk di wilayah Bantul, Yogyakarta, berjarak sekitar satu kilometer dari rumah penulis.

Media promosi yang dilakukan oleh Bank Mandiri juga kreatif. Bank Mandiri menerapkan online dan offline marketing. Salah satu contoh jika kita datang ke kantor cabang terdekat, terlihat banyaknya brosur menarik sebagai media promosi secara offline. Bagi kita yang melek teknnologi, Bank Mandiri juga menyediakan website yang kompatibel. Yakni mampu menyediakan semua informasi yang dibutuhkan nasabah, dinamis dan fleksibel. Masih ada media promosi kreatif lainnya dalam video berikut ini.

Pada bauran proses, Bank Mandiri dapat memberikan kepuasan bagi nasabah. Hal itu sering penulis rasakan ketika melakukan transaksi di kantor cabang Bank Mandiri di Bantul. Mulai dari tempat parkir yang luas serta aman. Kemudian, ketika memasuki kantor, sudah berjaga satpam yang membukakan pintu dan menawarkan bantuan dengan ramah. Sampai pada costumer service dan petugas bank lainnya yang melayani dengan profesional. Meski sudah menjadi bagian dari SOP (Standard Operating Procedure) Bank Mandiri, budaya seperti itu harus dipertahankan dalam melayani nasabah.

Pendukung fisik yang digunakan Bank Mandiri dalam melayani nasabah juga memenuhi standar. Dilihat dari bangunan kantor yang memadai dan sarana prasarana yang mendukung. Otomatis memberikan persepsi positif terhadap Bank Mandiri. Akan semakin memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi nasabah di seluruh Indonesia.

Untuk bauran sumber daya manusia, Bank Mandiri tentu mempunyai standar kualifikasi terhadap para karyawannya. Melalui sistem rekruitmen yang ketat, pasti akan terpilih karyawan-karyawan terbaik. Memiliki integritas, berwawasan luas, terampil, dan mampu bekerja secara profesional. Itulah alasan mengapa Bank Mandiri sering mendapat berbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hubungan Horizontal dengan Nasabah

Menurut penulis, tidak cukup hanya mengintegrasikan ketujuh aspek bauran pemasaran di atas. Harus ada satu aspek lagi yang mampu mempertahankan posisi Bank Mandiri sebagai leader dunia perbankkan nasional. Yakni social connect! Menjalin interaksi sosial yang baik merupakan salah satu modal besar suatu perusahaan untuk bertahan di industri. Ini yang harus dilakukan Bank Mandiri. Membangun konsep hubungan secara horizontal dengan nasabah.

Hermawan Kertajaya (2010; 27) menyebutkan bahwa dunia pemasaran tengah memasuki sebuah orde baru, babak baru, peradaban baru,yang mengacu pada pemahaman marketing yang bersifat “New Wave,” bersandar pada praktik pemasaran yang serba ter-connect secara horizontal.

Itu artinya, seorang pemasar harus bisa melakukan strategi pemasaran dengan pendekatan horizontal kepada para nasabah. Mereka harus mampu meletakkan nasabah bukan sebagai objek melainkan subjek pemasaran. Bank Mandiri harus mampu melibatkan nasabah secara proporsional dalam kegiatan yang dilakukan Bank Mandiri. Untuk membangun hubungan horizontal tersebut, dibutuhkan tiga strategi yaitu communitization, confirmation, dan clarification.

Communitization atau komunitisasi merupakan langkah mengelompokkan nasabah pada satu komunitas yang memiliki kesamaan tujuan. Bank Mandiri sudah seharusnya meletakkan komunitas nasabah tersebut sebagai sentral. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi nasabah untuk berpartisipasi secara langsung kepada Bank Mandiri. Bisa dalam bentuk pemberian kritik dan saran bahkan kebijakan. Dengan begitu, Bank Mandiri akan memprioritaskan nasabah terkait kebijakan yang diambil.

Komunitisasi ini berbeda dengan segmentasi. Jika di dalam segmentasi, harus ada segmen-segmen pasar yang dibentuk sepihak oleh perusahaan berdasarkan gaya hidup, pendapatan, dan wilayah. Namun, di dalam komunitisasi, hanya ada satu komunitas. Terbentuk dari latar belakang, kebutuhan, bahkan wilayah yang berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan tujuan. Sehingga aspek hubungan horizontal atau kesejajaran akan terbentuk. Yakni antara Bank Mandiri dengan semua nasabah di seruluh Indonesia.

Confirmation atau konfirmasi. Bank Mandiri harus mendapatkan ijin terlebih dahulu untuk masuk dalam komunitas tersebut. Seperti pada jejaring sosial, harus ada kata confirm apabila kita ingin tergabung dalam suatu komunitas. Di sini akan timbul nilai humanis dari Bank Mandiri kepada nasabah. Bank Mandiri harus terlebih dahulu memberikan citra positif agar diterima di dalam komunitas tersebut. Tujuan melakukan konfirmasi agar Bank Mandiri dan nasabah bisa saling menerima sehingga dapat tergabung dalam satu komunitas.

Terakhir adalah clarification atau klarifikasi. Setelah terbentuk komunitas, selanjutnya adalah melakukan klarifikasi. Menjelaskan visi misi keberadaan Bank Mandiri ditengah komunitas yang terbentuk. Menyelaraskan persepsi antara nasabah dengan Bank Mandiri. Apabila ketiga strategi di atas berhasil diterapkan, Bank Mandiri akan secara mudah bekerjasama dengan nasabah. Dalam jangka panjang, Bank Mandiri akan semakin memperoleh kredibilitas di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, visi Bank Mandiri; Terdepan, Terpercaya, Tumbuh bersama Anda, bisa terwujud. Semoga!