Oleh: Danang Firmanto, Wartawan TEMPO

IMG_20160401_111233_1 copy

Presiden RI Ketiga B.J. Habibie berziarah ke makam orangtuanya di TPU Tanah Kusir, Jumat, 1 April 2016/Danang Firmanto

Jakarta – Sebuah mobil sedan hitam perlahan berhenti di dalam kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir Jakarta Selatan. Seorang laki-laki mengenakan pakaian serba putih terlihat keluar dari pintu mobil itu. Dia adalah Presiden Republik Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie.

Hari ini Habibie mengunjungi TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia menziarahi kedua orangtuanya yang dimakamkan di tempat pemakaman seluas 55 hektare tersebut. “Sering, seminggu sekali setiap Jumat, kalau pas di Indonesia,” kata Kepala TPU Tanah Kusir Abdul Rachman di Jakarta, Jumat, 1 April 2016.

Laki-laki berumur 80 tahun itu mendatangi TPU Tanah Kusir dengan pengawalan lima orang paspampres. Mantan Presiden RI ketiga itu datang menggunakan mobil sedan hitam sekitar pukul 10.45. Habibie mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang berwarna putih. Seutas syal putih ia lilitkan di lehernya dan sebuah tasbih panjang berwarna cokelat melingkari lehernya. Habibie berjalan mendekati dua batu nisan makam orangtuanya.

Habibie mengenakan peci berwarna hitam yang biasa ia kenakan dulu dalam acara kenegaraan. Sebuah kacamata dengan warna yang sama menutupi kedua mata peraih 46 hak paten bidang penerbangan itu. Sebuah kursi telah disiapkan di antara dua batu nisan. Sementara itu, selembar karpet hijau digelar di depan dua batu nisan makam almarhum Alwi Abdul Djalil Habibie dan almarhumah Tuti Marini Habibie. Rombongan peziarah pun duduk, begitu pula dengan Rudy, sapaan Habibie waktu muda.

Lantunan ayat-ayat Al Quran terdengar pelan dan khyusuk. Beberapa orang rombongan yang berziarah tampak duduk melafalkan doa. Tak lama, mereka berziarah hanya sekitar 20 menit. Habibie tampak sehat.

Usai membacakan doa, beberapa orang mendekat. Habibie terlihat memberikan sedekah berupa uang Rp 50 ribu kepada beberapa orang yang ada di makam itu. Ia tetap duduk dan menyalami beberapa orang yang mendekat. “Lumayan, jarang-jarang ada kayak gini,” ujar salah satu orang yang menerima sedekah.

Makam orangtua Habibie terletak bersebelahan sekitar 50 meter dari kantor pengelola TPU. Alwi, ayah Habibie, lahir di Gorontalo pada 17 Agustus 1908. Ia wafat di Makassar pada 10 September 1950. Sementara ibunda Habibie, Marini, lahir di Yogyakarta pada 10 November 1911 dan wafat di Singapura pada 24 Juni 1990.