Tags

, ,


Oleh Danang Firmanto

Banyaknya persoalan dalam kehidupan sehari-hari terkadang memberikan dampak psikologis terhadap masyarakat. Masalah ekonomi dan sosial kemasyarakatan, kerap kali melanda bahkan meningkatkan potensi depresi bagi mereka. Pada akhirnya mereka akan bertindak terlepas dari nilai dan norma positif. Untuk itu perlu adanya media penguatan kondisi psikologis agar mereka mampu menghadapi segala persoalan yang dihadapi. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan keagamaan.

Doa bersama

Doa bersama

Guna memupuk pengetahuan rohani sekaligus membentengi diri dari tindakan negatif tersebut, masyarakat di Dusun Karanggayam, Bantul, DIY mengadakan pengajian rutin. Bertempat di rumah Ibu Suratmi, acara pengajian digelar dari pukul 19.00 – 20.30 WIB. Acara yang berlangsung pada Hari Selasa, 04 Maret 2014 kemarin dihadiri sekitar 50 warga yang semuanya adalah perempuan yang cenderung rentan dengan berbagai persoalan sehari-hari.

Pengajian tersebut rutin digelar satu kali dalam seminggu secara bergilir dari rumah salah seorang anggota pengajian ke rumah anggota yang lain. Banyak sekali konten religi yang dapat ditemui dari setiap sesi acara. Pada awal acara, dilakuan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran yang sering kita kenal dengan istilah Yasinan diikuti dengan bacaan-bacaan dzikir. Lantunan ayat suci dibaca secara bersama-sama dengan nada yang terdengar menyentuh kalbu. Tujuannya adalah untuk mendoakan leluhur dari keluarga tuan rumah tempat pengajian itu berlangsung.

Snack

Snack

Tidak hanya Yasinan saja, tetapi muatan dakwah pun tak luput hadir mengisi pengajian. Salah seaorang warga yang hadir, Ibu Haniyah, berkesempatan mengisi ceramah singkat yang penuh pesan moral dan agama. Ibarat air yang menjadi salah satu nutrisi utama tumbuhan, siraman rohani mampu menjadi penyejuk hati yang dapat membentengi diri dari tindakan-tindakan yang tidak sesuai tuntunan agama.

Di akhir acara pengajian, dilakukan doa bersama untuk memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan di dunia maupun akhirat kepada Allah SWT. Sebagai wujud rasa syukur, Ibu Suratmi selaku tuan rumah membagikan sedikit makanan untuk para anggota pengajian. Meskipun pembagian makanan itu bersifat sukarela, banyak anggota pengajian ingin melakukan hal yang sama jika mereka berkesempatan menjadi tuan rumah. Toh mereka hanya akan mendapat giliran sekali dalam setahun untuk menjadi tuan rumah mengingat banyaknya anggota pengajian.

Nasi kotak

Nasi kotak

Bisa dibayangkan manfaatnya bukan, jika setiap dusun melakukan kegiatan pengajian rutin minimal satu bulan sekali. Berapa banyak masyarakat yang mampu membentengi diri dari segala bentuk tindakan amoral dalam kehidupan sehari-hari?