Oleh Danang Firmanto

Tari Gambyong

Tari Gambyong

Sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerja sama dengan Pol-Tracking Institute berhasil menyelenggarakan Dialog Kebangsaan yang menghadirkan tiga tokoh pemimpin nasional. Adalah Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Sutiyoso, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Jendral TNI Purnawirawan Endriartono Sutarto, peserta konvensi nasional Partai Demokrat yang berkesempatan hadir pada Senin, 23 Desember 2013.

.

Prof. Rohmat Wahab -Rektor UNY

Prof. Rohmat Wahab -Rektor UNY

Acara Dialog Kebangsaan (DK) yang kali pertama digelar di UNY ini diawali dengan pementasan tari gambyong oleh tiga penari berbakat. Hadir pula dalam sambutannya Prof. Rohmat Wahab selaku Rektor UNY yang secara resmi membuka acara tersebut. Acara yang bertema “Dari Kampus untuk Negeri: Mencari Pemimpin Indoensia” ini berhasil mendatangkan peserta hingga dua ribu lebih. Bahkan kapasitas gedung auditorium UNY tidak bisa menampung semua peserta yang ingin mengikuti DK pada kesempatan tersebut.

IMG_0723

.

Paparan gagasan yang disampaikan oleh Bang Yos-sapaan akrab Sutiyoso-mengawali acara pagi hari itu. Dalam kesempatannya, Bang Yos mengemukakan beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan untuk mencari sosok pemimpin negara. Menurutnya sangat berbeda ketika memilih pemimpin di negara maju dengan berkembang. Ada perbandingan yang sangat jelas antara seorang pemimpin di negara maju dengan berkembang. Sebagai contoh, Amerika Serikat sebagai negara maju memiliki rakyat yang mayoritas terdidik. Warga Amerika sudah terbiasa dengan pola hidup sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing individu. Mayoritas penduduk Amerika memiliki kesadaran hukum tinggi.

Letjend. TNI Purn. Dr. HC. H. Sutiyoso

Letjend. TNI Purn. Dr. HC. H. Sutiyoso

.

Sebaliknya, Indonesia memiliki warga negara yang mayoritas belum memiliki kesadaran hukum yang tinggi. Banyak kasus pelanggaran hukum yang terjadi seperti jual beli perkara, suap, dan gratifikasi kepada aparat penegak hukum. Bahkan sering kita dengar jaksa yang tertangkap melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu dari segi ideologi, bangsa Indonesia seakan alergi terhadap ideologi Pancasila. Semangat kegotong-royongan yang dibangun bertahun-tahun, mulai luntur dan tumbuh menjadi sikap individualistik di kalangan masyarakat.

.

Syahrul Yasin Limpo -Gubernur Sulawesi Selatan

Syahrul Yasin Limpo -Gubernur Sulawesi Selatan

Sementara ini, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan gagasan berupa pandangan visioner untuk menyongsong masa depan. Beliau menyoroti isu terkait tahun 2015 yang akan menjadi titik perubahan global di negara-negara ASEAN. Akan ada transformasi teknologi, budaya, maupun gaya hidup di negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. Indonesia, termasuk di dalam negara ASEAN harus mampu mengantisipasi dinamika tersebut di tahun 2015 mendatang.

.

Syahrul meletakkan pendidikan sebagai kunci segalanya untuk meningkat keilmuan generasi bangsa di bidang sains dan teknologi serta mempersiapkan masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Seorang pemimpin harus memberikan porsi dan perhatian besar terhadap pendidikan. Apa yang sudah dilakukan beliau begitu mengispirasi, yakni program sekolah gratis dari tingkat dasar hingga atas. Bahkan Gubernur yang memiliki kumis dan jenggot ini memberikan beasiswa kepada putra-putri daerahnya untuk melanjutkan pendidikan hingga S3 di luar negeri. Tampaknya langkah yang ditempuh Gubernur terbaik nasional ini perlu dilakukan oleh pemimpin-pemimpin bangsa lainnya. Satu pesan beliau yang penulis ingat adalah “Anda boleh jadi presiden, tapi harus bisa menjamin kesejahteraan rakyat”.

.

Jend. TNI Purn. Endriartono Sutarto

Jend. TNI Purn. Endriartono Sutarto

Sedangkan Endriartono Sutarto memiliki gagasan seorang pemimpin adalah sosok yang memiliki integritas dan kompetensi. Dalam dialognya, beliau menyampaikan bahwa pemimpin itu lahir dijamannya. Tentunya permasalahan yang dihadapi akan berbeda dari waktu ke waktu. Terlepas dari itu sosok pemimpin tentunya harus memiliki visioner yang jelas, kapasitas yang sudah tidak diragukan, memiliki pengalaman, bersih dari segala tindak pidana korupsi dan kriminalitas, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

.

Kanan-Hanta Yuda, MA

Kanan-Hanta Yuda, MA

Dialog Kebangsaan yang dimoderatori Hanta Yuda, MA-Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute-tersebut berlangsung sangat menarik dan berhasil membuka wawasan peserta yang datang terkait kriteria pemimpin masa depan. Harapannya akan ada generasi pemimpin yang bisa mewujudkan Indonesia lebih maju dan sejahtera. [df]