Tema: The Power of Social Media for Small Business

Oleh: Danang Firmanto

Derasnya arus persaingan di dunia bisnis memungkinkan industri kecil hanyut. Bahkan tenggelam  di dalam ketatnya persaingan bisnis. Hal itulah yang kini terjadi pada industri kecil Indonesia di era globalisasi.

Keterbatasan akses pasar dan rendahnya bargaining power (daya tawar) menjadi penyebab industri kecil berjalan di tempat. Kondisi demikian mengakibatkan tingkat kemampulabaan yang dicapai relatif rendah dan cenderung konstan. Perlu kita ketahui, kemudahan akses pasar dan daya tawar yang tinggi merupakan kunci industri kecil mampu bersaing. Bahkan bersaing secara global. Lalu, bagaimana akses pasar dan bargaining power  tersebut bisa dicapai?

Usaha kecil membutuhkan jaringan yang kuat di dalam sosial media untuk membuka akses pasar dan membangun bargaining power yang tinggi. Penulis memberikan trobosan inovatif untuk memudahkan akses pasar serta meningkatkan daya tawar bagi industri kecil. Yaitu dengan menerapkan konsep Connected Small Industry (CSI) bagi industri kecil di Indonesia.

Connected Small Industry adalah sebuah jaringan baik secara offline maupun online yang mewadahi industri kecil di Indonesia untuk melakukan eksplorasi produk guna meningkatkan akses pasar dan daya tawar untuk menghadapi persaingan global. Penulis mengidentifikasikan dua media utama yang harus dibangun di dalam CSI. Bisa penulis ilustrasikan dalam skema berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Skema di atas menjelaskan bahwa untuk meningkatkan akses pasar dan mempunyai kekuatan bersaing, sebuah industri kecil harus mengembangkan media offline serta online. Kedua media tersebut dikembangkan sinergis sebagai modal memasuki pasar persaingan bisnis. Bagaimana kedua media CSI ini bekerja?

Offline Media

Pengembangan offline media dilakukan dengan cara membentuk organisasi dari setiap provinsi yang secara khusus mewadahi industri kecil setiap provinsi di Indonesia. Secara otomatis akan terbentuk komunitas industri dari masing-masing provinsi. Komunitas tersebut dibentuk dan memiliki peran saling membantu industri kecil mengatasi berbagai persoalan bisnis industri kecil.

Online Media

Online media dikembangkan melalui sosial media dengan pembuatan website bagi industri kecil di masing-masing provinsi. Di dalam website tersebut berisi produk-produk industri kecil yang menampilkan kekhasan dari setiap daerah. Konten website dibuat menarik dan detail memuat alamat serta keunggulan produk.

Selanjutnya membangun jaringan antarprovinsi dengan membuat website induk. Website induk dibangun untuk mewadahi seluruh industri kecil di Indonesia sebagai ajang display industry. Di dalam website induk dibangun koneksi yang menghubungkan satu provinsi dengan provinsi lainnya. Koneksi tersebut dibangun dengan sistem hyperlink yang memudahkan masyarakat mengakses industri kecil di berbagai provinsi dalam satu website induk.

Konsep Connected Small Industry yang diterapkan dalam bentuk pengembangan sosial media (offline & online), mempunyai lima tujuan untuk mewujudkan peningkatan akses pasar dan daya tawar.

Pertama, meningkatkan self esteem (harga diri). Secara tidak langsung, CSI memberikan efek peningkatan percaya diri bagi industri kecil. Melalui display industry, para pelaku industri dilatih untuk membangun rasa percaya diri dengan produk yang mereka hasilkan. Masyarakat pun otomatis akan menghargai industri kecil tersebut.

Kedua, eksplorasi dan ekspresi bagi industri kecil. Konsep CSI dapat menjadi wadah untuk mengeksplorasi serta mengekspresikan keunikan-keunikan yang ada dalam industri kecil. Setiap industri di suatu provinsi tentunya ingin menampilkan ciri khas yang berbeda dengan industri kecil di provinsi lain.

Ketiga, memberi dan menerima bantuan. Adanya CSI akan memudahkan menganalisis kekuatan dan kelemahan industri di suatu provinsi dengan perbandingan provinsi lainnya. Dari analisis itulah akan timbul empati untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan kritik saran bagi kemajuan industri kecil.

Keempat, memberikan peluang tinggi untuk merambah pasar Internasional. Melalui online media, industri kecil mampu dikenal secara luas di pasar Internasional. Bukan tidak mungkin akan menjadi peluang investasi bagi para investor asing. Secara berkelanjutan akan memberikan nilai positif terhadap industri kecil. Juga perekonomian Indonesia.

Kelima, membentuk sense of community atau bisa penulis jelaskan sebagai rasa senasib dan sepenanggungan. Implementasi konsep CSI bisa memberikan perasaan egaliter bagi para pelaku industri kecil. Kesulitan yang ada, bisa diatasi bersama. Hal ini akan memperkuat jaringan industri antarprovinsi di Indonesia.

Dengan menerapkan konsep Connected Small Industry melalui pengembangan sosial media (offline dan online media), penulis optimis, industri kecil Indonesia akan mempunyai akses luas hingga ke pasar Internasional. Selain itu, dengan menginternalisasikan kelima fungsi CSI, industri kecil di Indonesia mempunyai bargaining power untuk bersaing di era globalisasi saat ini. Semoga!

Artikel ini penulis ikutkan dalam Blog Competition

yang diselenggarakan oleh Prasetiya Mulya Business School